DOWNLOADS

Tampilkan postingan dengan label PENGUSAHA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENGUSAHA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Maret 2013

ALLAH Tidak Pernah Bertanya Tentang OMSET


Oleh: Wari AlBantany
Ketua LKP Daerah DPD I HTI Banten Barat
Saat itu ada yang berwajah murung, dan ada wajah yang berseri-seri. Dua wajah yang berbeda, yang satu tampak sengsara lagi hina dan yang lain bahagia lagi mulia. Ya… itulah wajah manusia di dua tempat kembali yang berbeda. Penghuni neraka penuh kepayahan dan kesengsaraan. Mereka diberikan makan dengan makanan berduri yang tidak menggemukkan lagi mengenyangkan. Sementara penghuni surga yang berwajah berseri-seri, bahagia dan gembira atas kenikmatan yang diberikan, hatinya diliputi ketenangan dan kehidupannya penuh dengan kesenangan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Itulah gambaran balasan kehidupan bagi manusia—termasuk pengusaha—kelak di akhirat.
Saat sangkakala ditiupkan pada tiupan kedua maka seketika itu manusia termasuk para pengusaha dan nenek-nenek moyang kita terdahulu sejak masa Nabi Adam AS semuanya akan keluar dari kuburnya dalam keadaan hidup, berjalan menuju Allah SWT. Saat itu orang-orang berkata “Celaka, celaka, celakalah kami. Siapakah yang menghidupkan kami dari tempat tidur (baca: kubur) kami?” Saat itu mereka baru menyadari bahwa ternyata kehidupan akhirat itu benar-benar ada. Apa yang telah mereka dengar berkali-kali dari para mubaligh saat di dunia benar-benar nyata.
Saat itu hartaa sudahh tidak bermanfaat. Mereka takkan lagi bisa menyogok para malaikat  untuk dikembalikan di dunia agar ia bisa beramal lebih banyak dan lebih baik. Hanya penyesalan yang datang. Pengadilan yang adil di hadapan mereka semua. Tidak ada yang terlewatkan sedikit pun dan tidak ada perumpamaannya di dunia. Di pengadilan itulah, nasib kita manusia akan ditentukan kelanjutannya. Semua manusia disibukkan dengan urusannya sendiri hingga istri dan anak-anakya pun tidak lagi dikenali. Tidak ada yang mampu menolongnya kecuali amal shalihnya selama di dunia.
Dan detik-detik saat para pengusaha yang kaya raya di dunia dihadapkan di persidangan tertinggi di hadapan Allah SWT, mereka tidak akan ditanya berapa omset Anda, berapa aset yang Anda miliki, berapa mobil yang sudah Anda jejerkan, berapa tanah yang telah Anda miliki, jabatan dan gelar apa yang telah Anda sandang, sekali lagi tidak. Tetapi Allah SWT bertanya apa yang telah Anda kerjakan, untuk apa harta yang telah Allah SWT titipkan dipergunakan.
Wahai saudaraku semoga ini menjadi renungan bagi kita. Apalagi yang kita cari selain keridhaan Allah SWT. Ingatlah, jangan sekali-kali meletakkan dunia dalam hati kita tapi letakkanlah dunia dalam genggaman tangan kita, dan hendaknya kita mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Allah SWT dengan membawa sebaik-baiknya bekal. Dan bekal yang terbaik itu adalah amal shalih. Di sisa umur yang kita miliki, semoga Allah SWT meliputi kita kebaikan sehingga saat-saat bertemu Allah SWT adalah saat-saat yang menyenangkan dikarenakan amal shalih yang telah kita lakukan di dunia.
Dan ketahuilah banyak sekali bentuk amal shalih yang dapat kita lakukan di antaranya adalah berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua, melindungi dan menolong kaum mustadhafin (kaum lemah), anak-yatim, kaum miskin, sabar menghadapi setiap ujian dan cobaan kehidupan, bertaqarrub dan ibadah kepada Allah SWT.  Amalan yang terbaik berikutnya adalah berdakwah dijalan Allah SWT,  menyerukan pada umat untuk menjadikan aturan dan hukum Allah swt berdaulat di bumi ini yang akan menyejahterakan manusia seluruhnya. Dan itu telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW di bawah pemerintahan Islam yakni Daulah Islamiyah.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang konsisten dalam memperjuangkan agamanya sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para pengusaha Muslim terbaik sahabat Rasulullah SAW yakni Abdurrahman bin Auf. Amin, amin ya Rabbal alamin

1000 Pengusaha Berpartisipasi Dalam Muslim Entrepreneur Forum (MEF) Jawa Timur


Surabaya, HTI Press—“Saya selama 20 tahun dibina oleh suatu organisasi kelas dunia sehingga pada tahun 2003 saya mampu membuktikan perusahaan kelas dunia di Jerman menggunakan konsep bisnis saya, organisasi kelas dunia yang membina saya adalah Hizbut Tahrir” demikian pernyataan Syamsul Arifin owner The Money Consultant di depan 1000 pengusaha Jawa Timur dalam acara Muslim Entrepreneur Forum (MEF) pada hari Kamis(27/12) di Gramedia Expo, Surabaya.
MEF Jatim yang mengangkat tema Pengusaha Jawa Timur Bersatu Perjuangkan Tegaknya Syariah & Khilafah diawali dengan  talk show yang dipandu Muhammad Taufiq. Hadir sebagai pembicara Muhammad Rosyid owner al Azhar Press dan Fajar Kurniawan CEO Social Investment group.
Pada  kesempatan tersebut Rosyid menyampaikan pengusaha muslim pada saat ini seperti karakter Sandy Tupai dalam film spongebob. Dalam film tersebut digambarkan tupai bisa hidup di air laut dengan menggunakan helm, sebagaimana pengusaha muslim pada saat ini seperti ikan tawar dipaksa hidup di air laut . Kalau kita tidak memiliki filter yang kuat seperti halnya helm yang dipakai Sandy maka harta yang kita dapatkan bisa jadi bercampur dengan hal-hal yang bathil.
“Hal ini bisa terselesaikan apabila pengusaha  menggunakan prinsip bisnis Islam apalagi sistem yang menaungi para pengusaha juga berbasis Islam,” tegasnya.
Dalam acara MEF juga ditampilkan testimonipara pengusaha sukses dari Jawa Timur salah satunya Iskandar Zulkarnain chairman PT Iska Niaga Darma. Menurutnya, pada saat ini banyak para pebisnis ingin mendapatkan keuntungan yang cepat sehingga akhirnya para pebisnis banyak bermain di sektor non real seperti bursa saham.
Dalam pandangannya di tengah pertumbuhan bisnis yang cepat seharusnya bisnis syariah menjadi bisnis pilihan dan solusi karena jelas halalan thoyiban, bisnis syariah tidak harus berbisnis jualan tasbih, baju koko atau sajadah tetapi bagaimana kita dalam berbisnis syariah menggunakan prinsip Rasulullah dalam berbisnis.
Turut hadir dalam acara ini   Abdun Muthi’ CEO Al Izzah Publishing, Fahmi Sodrie CEO Strategic Solution Partner, Muhammad Irfan owner Proshar Islamic Financing, dan Haris Islam CEO Synergy Coach.
Pada kesempatan yang sama juga disampaikan beberapa orasi diantaranya Harun Musa ketua DPD HTI Jatim, beliau menyampaikan betapa pada saat ini hukum Allah banyak yang ditinggalkan seperti memakai jilbab menjadi mubah tapi memakai helm itu wajib, membayar zakat itu mubah namun membayar pajak  itu wajib.
Orasi kedua disampaikan Rokhmat S. Labib, DPP HTI menegaskan bahwa sistem khilafah tidaklah menyulitkan pengusaha bahkan pengusaha akan mudah mencari keuntungan dengan cara yang halal karena yang haram dilarang oleh khilafah seperti riba dan bahkan pengusaha menjadi orang pertama yang memperjuangkan khilafah karena khilafah yang menyelamatkan mereka dari bisnis yang diharamkan oleh Allah.
Rangkaian acara MEF ditutup dengan penandatanganan piagam pengusaha muslim dan refleksi yang dipandu oleh Syamsul Arifin  yang mengajak pengusaha untuk melakukan rethinking tentang peran pengusaha muslim.[eep/iqbal]