DOWNLOADS

Tampilkan postingan dengan label LUAR NEGERI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LUAR NEGERI. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Maret 2013

Syuhada’ Syam : Mereka Telah Meraih Kebahagiaan di Tempat Tertinggi

Allah SWT berfirman:

] يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ * ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً * فَادْخُلِي فِي عِبَادِي * وَادْخُلِي جَنَّتِي[
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam surge-Ku.” (TQS. Al-Fajr [89] : 27-30).

Mereka syuhada’ Syam tengah mencapai illiyyin, insya Allah.
Media Informasi Hizbut Tahrir wilayah Suriah kembali berduka atas syahidnya para pahlawan revolusi Syam yang lain, di antara para pengemban dakwah yang terbaik rahimahumullâh, semoga Allah merahmati mereka semua:
  • Asy-Syahid al-Baththal Muhammad Zidan rahimahullâh, semoga Allah merahmatinya.
  • Asy-Syahid al-Baththal Abdul Qadir Zidan rahimahullâh, semoga Allah merahmatinya.
  • Asy-Syahid al-Baththal Ali Abdur Razzaq rahimahullâh, semoga Allah merahmatinya.
Mereka telah membawa obor revolusi melawan tirani dan keluarganya. Mereka terus berdakwah untuk agama Allah, dan untuk melanjutkan kembali cara hidup Islam, dengan mendirikan Khilafah Islam. Dengan demikian, mereka telah membawa kebaikan dari semua sisinya.

Asy-Syahid Muhammad Zidan telah bergabung dengan Hizbut Tharir sejak tahun 1967. Beliau mengemban dakwah di jalan Allah dengan penuh kesabaran dan hanya berharap ridha-Nya. Beliau beberapa kali ditangkap, namun hal itu tidak membuatnya berpaling dari kewajiban mengemban dakwah, hingga hari-hari terakhir hidupnya selama agresi tiran atas negerinya dan warganya. Di antara perkataannya yang disampaikan kepada kami dan orang-orang yang beliau temui di hari-hari terakhir hidupnya: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberkati kami untuk melihat jihad di jalan Allah melawan rezim boneka penjahat. Dan kami memohon kepada Allah untuk memberkati kami dengan melihat tegaknya Khilafah.

Kami memohon kepada Allah SWT untuk menghiburmu, wahai Abu Mushtafa dengan ditemani para nabi, syuhada’ dan orang-orang shaleh. Dimana lisan beliau rahimahullâh, semoga Allah merahmatinya tak henti-hentina bertakbir “Allâhu Akbar, Allah Maha Besar”. Dan kami sekarang bertakbir “Allâhu Akbar, Allah Maha Besar” untuk kehancuran setiap orang yang berbuat lalim dan otoriter. “Allâhu Akbar, Allah Maha Besar” untuk kehancuran atas tiran Syam;  “Allâhu Akbar, Allah Maha Besar” untuk kehancuran mereka yang berkonspirasi menumpahkan darah kaum Musim, yaitu Dewan dan Koalisi Nasional, juga para aktek serta pengkhianat Allah, Rasulullah dan orang-orang beriman. “Allâhu Akbar, Allah Maha Besar”, segala puji hanya bagi Allah semata atas nikmat iman dan nikmat syahid di jalan Allah. “Allâhu Akbar, Allah Maha Besar” kemenangan sudah sangat dekat. “Allâhu Akbar, Allah Maha Besar” terwujudnya janji yang benar itu sudah sangat dekat. “Allâhu Akbar, Allah Maha Besar” terwujudnya kabar gembira tegaknya kembali Khilafah Islam sudah di depan mata. “Allâhu Akbar, Allah Maha Besar”, segala puji hanya bagi Allah semata.

Sementara, asy-Syahid al-Baththal Abdul Qadir Zidan telah menggapai syahid bersama dengan ayahnya selama agresi tiran pada hari Senin 15 Rabi’ul Awal 1434 H, bertepatan dengan 25 Februari 2013 M. Dimana Ia (Abdul Qadir Zidan) menolak untuk berpisah dengan ayahnya dalam mengemban dakwah, berjihad di jalan Allah, bahkan hingga syahid di jalan Allah. Sehingga ia bersama dengan ayahnya dan aktivitasnya mengatakan: “Tetap teguh dan tetap teguh, wahai rakyat Syam. Ingat, kemenangan dan surga itulah janji Allah untuk kalian.” Ia telah syahid bersama dengan ayahnya. Keduanya telah menulis lembaran kepahlawanan dan kebanggaan di tanah subur Damaskus untuk menggulingkan tiran dan mendirikan negara Khilafah Islam.

Adapun, asy-Syahid al-Baththal Ali Abdur Razzaq telah meraih syahid menyusul saudaranya asy-Syahid Mushtafa Abdur Razzaq dalam ujian kepahlawanan selama agresi tiran atas Khan al-Asal di tanah subur Aleppo, pada hari Ahad 14 Rabi’uts Tsani 1434 H, bertepatan dengan 24 Februari 2013 M. Ia tampakkan kepahlawanan dengan terus maju pantang mundur di medan tempur.

Sebuah delegasi besar Hizbut Tahrir bersama Ketua Media Informasinya ikut berkabung, bahkan Ketua Media Informasi Hizbut Tahrir wilayah Suriah menyampaikan testimoni delegasi, dimana dalam testimoninya itu dikatakan bahwa: “Kami di Hizbut Tahrir tidak untuk menghibur syuhada’. Namun kami  menyampaikan ucapan selamat dan kegembiraan dengan sampainya mereka di tempat tertinggi di sisi Allah SWT. Dan kami berjanji pada mereka untuk meneruskan perjuangannya hingga berdirinya negara Khilafah Rasyidah di bumi Syam, Insya Allah.” Kemudian diputar sebuah film pendek yang disiapkan oleh Media Informasi tentang kepahlawanan yang dilakukan akhir-akhir ini dalam kehidupan asy-Syahid, sehingga hal itu membuat bahagia keluarga, anaknya dan para hadirin. Maha Benar Allah dengan firman-Nya:

] وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللهِ أَمْوَاتاً بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ [
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.” (TQS. Ali Imran [3] : 169).

Ketua Media Informasi Hizbut Tahrir Wilayah Suriah

Ir. Hisyam Baba

Sumber: hizb-ut-tahrir.info,  23/2/2013

Minggu, 10 Maret 2013

Kongres AS Mempertahankan Kemunafikan Dalam Serangan Drone

Siaran Pers
Kongres AS Mempertahankan Kemunafikan Dalam Serangan Drone
Bagaimana Dengan Ribuan Muslim yang Ikut dengan Amerika Dalam Pembunuhan itu?

Partai Republik dan Demokrat, para anggota DPR dari Komite Kehakiman, di Washington, telah menyatakan keprihatinan mereka atas serangan-serangan pesawat drone yang diluncurkan oleh Amerika Serikat atas orang-orang yang memiliki kewarganegaraan AS. Hal ini diresmikan awal bulan lalu, yang dikenal sebagai “White Paper” dan dikeluarkan oleh Departemen Kehakiman AS dan Kongres memunculkan masalah ini. Disebutkan ada memo rahasia yang memberikan kewenangan kepada Presiden AS untuk membunuh orang-orang Amerika yang dianggap sebagai ancaman bagi keamanan AS.
Bagaimana dengan penargetan langsung atas warga sipil tak bersenjata yang dilakukan oleh militer AS di Afghanistan dan Irak? Bagaimana dengan penghancuran rumah-rumah mereka dan penghancuran negara mereka yang digunakan dengan senjata dan amunisi yang bisa membinasakan pohon dan batu? Bagaimana dengan tokoh-tokoh Islam dan para ulama yang telah dibunuh oleh geng-geng yang terorganisir Amerika yang khusus membunuh orang-orang di negara-negara Muslim dan Suriah? Bagaimana dengan ribuan kaum Muslim yang dibunuh dengan dukungan tersembunyi dan publik Amerika di Suriah, Palestina, Kashmir, Chechnya, dan lain-lain? Apakah tumpahnya darah mereka tidak ada artinya sama sekali?!
Pertumpahan darah dari peradaban koboi gaya Amerika, yang memunculkan slogan palsu atas kebebasan, dengan citra Patung Liberty di tepi New York yang tidak bisa mengklaim bahwa bukan mereka yang melakukan pertumpahan darah itu. Bukankah peradaban koboi berdarah itu yang membuka jalan bagi perang dengan penduduk asli suku Indian Amerika, apakah sejarah tidak menyaksikan ketika para penjajah Eropa datang? Peradaban yang sama ini tidak dapat menggunakan hak konstitusionalnya terhadap warga negara Amerika ketika mereka menculik orang Jepang-Amerika dari rumah-rumah mereka dan melemparkan mereka di kamp-kamp penahanan selama Perang Dunia Kedua. Catatan kriminal tindakan teroris pemerintah Amerika dipenuhi dengan skandal yang tidak manusiawi, apakah orang-orang telah lupa atas para tahanan yang disiksa di penjara-penjara Abu Ghraib, Guantanamo, dan Bagram? Bagaimana dengan penjara-penjara rahasia yang didirikan dan dikelola oleh CIA di lebih dari 54 negara?
Wahai Kaum Muslim, khususnya kaum sekuler yang putus asa atas peradaban Barat, Amerika dan Eropa. Bukankah waktunya telah tiba setelah Anda menyaksikan tanda-tanda kemunafikan dan memalukan untuk menolak Barat dan semua yang muncul dari dosa-dosa jahatnya, dari aturan materialistik kapitalistik yang kotor, yang tidak memiliki standar atas hak dan keadilan? Jika Anda tidak menyadari politik kolonial Barat, yang bertujuan untuk memperbudak Anda setelah itu dia akan melucuti Anda? Bagaimana hal itu juga dilakukan pada penduduk asli Indian Amerika dan jutaan orang Negro yang diambil sebagai tawanan dari Afrika?
Kesetaraan, keamanan, dan perdamaian hanya dicapai lewat Syariah Allah SWT yang menyeimbangkan langit dan bumi;
((وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَن تَعْتَدُواْ وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ))
Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
“. [QS Al-Maidah: 2]
Kami mengundang Anda untuk bekerja sama dengan Hizbut Tahrir untuk menegakkan Khilafah yang akan mencapai keadilan, keamanan, dan perlindungan. Khilafah akan kembali ke pangkuan umat Islam karena Umat Islam adalah umat terbaik yang memerintahkan Kebaikan dan melarang Kemunkaran, dan beriman kepada Allah …

((وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ *إِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنصُورُونَ * وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ))
Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang, (QS As Saffat 37:171-1743)
Othman Bakhash
Direktur Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir

Sabtu, 09 Maret 2013

Apakah Masuknya Perempuan Saudi di Dewan Syura Sebuah Prestasi?






Surat kabar “al-Riyadh” dan sejumlah media lainnya melaporkan berita tentang Raja Saudi yang merestrukturisasi Dewan Syura, dan mengangkat 30 wanita di dalamnya, serta mengamandemen sejumlah pasal dalam sistem Dewan, sehingga jumlah anggota Dewan yang mewakili perempuan tidak kurang dari 20%.

*** *** ***
Tampaknya Raja Arab Saudi merasa terancam setelah meluasnya tuntutan revolusi di negeri-negeri Arab, sehingga ia ingin memperbaiki citranya di depan rakyat. Untuk itu, ia melakukan apa yang disebut dengan (reformasi), khususnya di bidang hak-hak perempuan. Karenanya, ia mengizinkan perempuan untuk masuk menjadi anggota Dewan Syura dengan cara ditunjuk, yang seharusnya mereka dipilih oleh rakyat karena mereka mewakilinya. Pertanyannya, apakah kebolehan bagi perempuan untuk masuk menjadi anggota Dewan dengan cara ditunjuk ini sebagai sebuah prestasi?! Dan apakah dengan itu, perempuan Saudi telah mencapai aspirasi terkait partisipasinya dalam kehidupan politik?

Dewan ini sebagaimana yang lainnya di negeri-negeri Arab dan Islam adalah Dewan formalitas yang tidak dapat mempengaruhi keputusan dari rezim yang berkuasa, dan keputusan-keputusan yang  dikeluarkannya untuk melayani kelas penguasa, bahkan terkadang untuk melayani Barat, bukan untuk melayani rakyat. Dengan begitu, apakah partisipasi perempuan di Dewan tersebut adalah sebuah prestasi?!

Rezim ini, yang mengklaim dirinya rezim Islam, yang mengambil ketentuan syariah sebagai dalih dalam membenarkan keputusannya. Rezim ini melarang wanita melakukan hal-hal yang sebenarnya dibolehkan syara’, seperti mengemudi mobil dengan dalih melanggar ketentuan syariah Islam. Sebaliknya, rezim ini membolehkan wanita berpartisipasi dalam Olimpiade, yang di dalamnya terjadi ikhtilâth (pencampuran) yang diharamkan, serta membuka aurat?! Kemudian, hari ini ia membolehkan perempuan  masuk menjadi anggota Dewan Syura, serta berpartisipasi dalam kehidupan politik. Padahal Islam telah membolehkan hal itu dan menganggapnya sebagai hak di antara hak-hak perempuan sejak lebih dari 1.400 tahun lalu.

Islam benar-benar telah membuat wanita memiliki hak untuk memilih dan dipilih dalam Majelis Ummah untuk menjalankan kewajiban mengoreksi penguasa, dan menyampaikan pendapatnya dalam persoalan dimana ia diminta pendapatnya. Pada tahun ketiga belas dari kenabian (tahun di mana beliau berhijrah) datang kepada beliau tujuh puluh lima Muslim, termasuk dua perempuan. Kemudian mereka semua berbaiat dengan baiat Aqabah kedua, yaitu baiat perang dan pertempuran, serta baiat politik. Setelah mereka selesai berbaiat, Rasulullah bersabda kepada mereka semua: “Datangkan kepada saya dua belas orang pemimpin dari kalian, dimana mereka mewakili kaumnya”. Perintah dari Rasul ini adalah untuk semua, agar mereka dipilih dari semua, tidak khusus bagi laki-laki, dan tidak ada pengecualian terhadap perempuan.

Hal ini dikuatkan dengan sikap Umar bin Khattab ketika beliau dihadapkan pada suatu persoalan dimana beliau ingin mengambil pendapat kaum Muslim dalam persoalan itu, baik berhubungan dengan hukum Islam, atau pemerintahan, atau tindakan negara yang manapun, maka beliau memanggil orang-orang ke masjid (laki-laki dan perempuan), dan meminta pendapat mereka semua. Bahkan beliau mencabut kembali pendapatnya, ketika seorang perempuan menolaknya terkait pembatasan mahar.

Sesungguhnya, perempuan Muslim di Arab Saudi dan di semua negeri Islam tidak akan pernah mendapatkan hak pribadi untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik, kecuali dengan penerapan Islam secara praktis di bawah naungan negara Khilafah, di mana dengan naungannya, perempuan pasti mendapatkan hak-hak politik dan non-politiknya.

Untuk itu, hendaklah kalian (kaum perempuan) memiliki andil dalam pembentukan negara yang agung ini, sehingga kalian memperoleh kemulian di dunia dan di akhirat (fi ad-dâraini), insya Allah.

Allah SWT berfirman: “Dan di hari itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah.” (TQS. Ar-Rûm [30] : 4-5).

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 28/1/2013